Jangan lagi kau sakiti hati kami…

Artikel sudah lama sekali saya buat di milis, dulu waktu masih jadi perawan ting-ting… hehehe.. Tapi saya pikir ndak ada salahnya saya posting disini. Sekaligus jadi postingan pertama saya..🙂

Ps: Untuk teman-teman yang sedang dilanda gundah gulana seperti saya dahulu, Percayalah Pertolongan Allah itu dekat, bahkan sangat dekat. Hanya saja kita kadang terlalu jauh melebarkan pandangan. Just follow your heart..🙂

——————————-

Setiap kali mendengar kabar akan diadakan reuni atau kumpul-kumpul dengan teman-teman lama semasa sekolah dulu, diri ini langsung seketika memutuskan untuk tidak datang. Malas. Walaupun panggilan jiwa untuk bersilaturahmi, menyambung tali persaudaraan seakan keras memanggil-manggil.

belum-belum sudah terbayang akan lontaran pertanyaan yg itu-itu juga. Belum lagi rentetan nasehat yang lamanya bisa sampai berjam-jam. Ditambah juga oleh kata-kata yang dengan alih-alih memberi semangat, tetapi hasilnya justru sangat menyakitkan hati. Biasanya kalau itu terjadi.. dipendam saja dalam-dalam. Ditenggelamkan bersama lautan kegelisahan dalam hati….

Memang di usia yang sudah wirid ini – usia dia atas 30 tahun, paling tidak enak kalau sudah dibenturkan dengan pertanyaan

“kapan nih menyusul si A yg baru menikah kemarin ?”

dan

“Wah kalah dong dengan si B.. kesusul lagi nih.. ” (memangnya metromini yang saling mendahului.. )

atau

” Kenapa sih belum menikah, jangan kebanyakan milih deh… kriterianya sih terlalu tinggi.. !!!”

apalagi dengan kata-kata

“Selamat ulang tahun yah… sudah berapa sekarang usianya? wah, dulu waktu saya seusia kamu, anak saya sudah 2 orang lho…?”

serta

“Inget umur… kasian kan nanti kalau anaknya masih kecil-kecil, umur kita sudah tua !!”

Teman, mungkin kalian bermaksud baik, ingin agar kami menjadi terpacu untuk segera menikah. Tetapi pernahkah terpikirkah oleh kalian bahwa kalimat-kalimat itu akan membuat luka hati kami makin lebar, menganga…

Sungguh, Demi Allah… kami juga tidak ingin kok terus-terusan hidup sendiri seperti ini. Kami juga sudah sangat ingin mencari ridho Allah dengan melayani suami, mengandung, melahirkan, membesarkan dan mendidik putra-putri agar menjadi anak yang sholeh dan sholehah. Wanita mana sih yang tidak ingin merasakan kebahagiaan hidup berumah tangga ?

Tidak usahlah kami terus-terusan dipojokkan dengan sejuta pertanyaan dan nasehat itu. Bahkan tanpa di dorong-dorong pun, kami sudah sangat bersemangat menunggu tibanya hari itu. Bukan pula kami tidak berusaha, hanya Allah yang Maha Tahu, seberapa besarnya kami berharap. Dan seberapa seringnya kami sudah berusaha. Tetapi apabila memang jodoh itu belum juga datang kepada kami, apakah kami lantas harus selalu disalahkan ? dianggap selalu mengulur-ulur waktu? selalu dihakimi karna dianggap mematok standar yang tinggi dalam menentukan pilihan hidup ?

Bukankah memang kami harus memilih seorang laki-laki sholeh yang kelak nantinya akan menjadi imam bagi kami dalam rumah tangga ? Kami tidak mau mencari lelaki sembarangan, yang begajulan, yang doyan clubbing keluar malam dari kafe ke kafe, yang tangannya sangat ringan untuk memukul, yang playboy, yang pemabuk, yang maunya hanya menerima segala kelebihan kami tanpa mau mengerti kekurangan kami, yang hanya ingin uang hasil kerja kami… Nauzu’ billahi ….

Teman, janganlah dengan gampang menuduh kami tidak berusaha. Tolong jangan sakiti hati kami lagi dengan pertanyaan yg menyudutkan. Bukankah lebih baik mendo’akan kami agar segera dipertemukan dengan jodoh yang terbaik bagi kami..? Insya Allah itu lebih bermanfaat daripada segala omongan yang hanya menambah gelisah dan luka nya hati ini.

Cobalah untuk meraba isi hati orang lain ketika akan melontarkan sesuatu. Bukankah kalian adalah sahabat dan teman kami ? kami hanya minta dido’akan saja. Tidak kurang tidak lebih… karna untuk urusan pengetahuan tentang pentingnya pernikahan, Insya Allah telah kami mengerti dan kami dapatkan melalui berbagai pengajian, artikel, atau referensi lain, ditambah pula dengan dorongan naluri kewanitaan kami. Sungguh tidak ada yang lebih kami harapkan selain agar kami dapat segera menyempurnakan 1/2 dari agama kami…

Terima kasih untuk mengerti kami… terima kasih untuk selalu mendo’akan kami… Semoga Allah selalu berserta orang-orang yang selalu menjaga perasaan saudara-saudaranya… Amien..

Wallahu ‘alam……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s