Naik bus pagi ini

Pagi ini kembali harus naik bus kota ke kantor, karna Mbah Tung yang biasa mengantar sedang pulang kampung. Ziarah makam menjelang Ramadhan. Berangakt 1/2 jam lebih pagi.

Sampai di halte jam 7.45 am. Begitu ada bus jurusan grogol datang langsung naik aja, walaupun penuh, tapi berdiri di barisan depan sepertinya masih bisa. 5 penumpang naik, saya paling belakang dong naiknya… secara kaki ini malas diajak berlari menyongsong bus. Salah pakai sepatu hari ini, lagi pakai high heels… lupa, seharusnya pakai yang teplek aja.

Diatas bus, mulailah sang kondektur mengatur posisi..

“geser2 bu.. geser dikit pak kedalem”

Saya yang kebagian paling ujung atas tangga pintu masuk, terus didesak, padahal badan saya sudah mepet sama badan penumpang lain di samping, depan dan bekalang saya. Tapi dia masih terus mendesak.

“Mbak kakinya geser sedikit.. ”

Geser? kemana…?

“Geser kakinya mbak..” sambil agak sedikit mendorong kaki saya. Kebetulan posisinya berdiri ditangga depan pintu paling bawah.

Wew bang kondektur, mo digeser kemana kaki saya. Wong badan saya aja dah mepet gitu… ga bisa dong kaki saya doang yang geser sedangkan badan saya tetap diposisi sebelumnya. Nti kaki saya kemana.. badan saya dimana…😛

Malas menanggapi, jadilah saya diam aja ga bergerak, abis mo gerakin apa..? kaki ? Di samping, di depan dan di belakang saya semua laki2. Masak saya mendorong2 mereka biar kaki saya bisa bergeser. Iihh.. emang saya cewek kegatelan apa….😛

Akhirnya bus masuk jalur tol.. aman deh, udah ga bakal ada lagi penumpang yang naik.. jadi posisi bisa dipertahankan… hehehe..

Di tengah perjalanan selanjutnya, saya tidak berhenti bersyukur. Mengetahui bahwa saya tidak harus tiap hari berdesakan seperti sekarang ini. Hanya tinggal duduk dan sampai di halaman kantor.

Betapa saya masih diberi kemudahan dalam perjalanan saya. Walau hanya dengan sebuah sepeda motor tahun 2005.

Dan kenyataan bahwa saya masih diberi kesempatan untuk menggalami pagi seperti ini di dalam bus. Saya seperti diingatkan untuk selalu terus bersyukur atas segala hal pemberian-Nya. Jadi terngiang lagu-nya si Opick..  “karena semua adalah milik-Nya, bahkan nafas adalah kemurahan-Nya…”

Alhamdulillah… Terima kasih Ya Allah…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s