Cinta Sang Maha Cinta

Cinta Sang Maha Cinta

Ada sebuah pertanyaan besar.. benar-benar besar ketika mengetahui apa yang terjadi. Wanita itu tercenung dengan rentetan pertanyaan.. apa kurangnya saya? apa kurangnya pengabdian saya selama ini? apa yang membuatmu berpaling? apa salah saya? apakah cinta itu sudah memudar? apakah saya tidak dapat memuaskanmu lagi? apakah saya tidak dapat membuatmu tersenyum lagi? apakah kamu tidak lagi merasa nyaman disisiku? apakah dia lebih baik segalanya dari saya? etc.. etc… Berjuta tanya itu akhirnya terangkum jadi satu pertanyaan… MENGAPA???

Dadanya terasa sesak, dunia seakan berhenti berputar baginya ketika mengetahui kenyataan bahwa belahan jiwanya berpaling pada wanita lain. Airmatanya bagai air terjun setiap kali mencoba mencari jawaban dari pertanyaan “Mengapa???”
Begitu mudahnya ia tergoda.. begitu mudahnya ia berpaling…

Tak pernah terbersit dalam pikirannya akan mengalami juga sakit dan perihnya dikhianati suaminya tercinta. Segalanya telah dia berikan, hidupnya… hatinya.. pikirannya… tubuhnya… semuanya. Tapi inikah balasan dari kesetiaannya selama ini? sebuah pengkhianatan yang benar2 menusuk hatinya, menorehkan luka menganga yang sepertinya tak mungkin tersembuhkan….

Semua terjadi ketika mereka sedang mulai menata ekonomi keluarga. Selepas berhenti bekerja di sebuah perusahaan swasta, suaminya otomatis menganggur. Masih beruntung mereka dapat terus bertahan karena wanita tersebut masih mempunyai penghasilan dari pekerjaannya sbagai karyawan di sebuah perusahaan swasta. Sebagai seorang laki-laki yang bertanggung jawab pada keluarga, akhirnya sang suami bekerja sebagai supir pribadi yang tugasnya mengantar jemput anak sekolah.
Kehidupan terus bergulir, suaminya seorang pekerja keras, setiap tetes keringatnya adalah rejeki halal keluarga yang selalu disyukurinya. Wanita itu tetap menghargai, mencintai dan melayani suaminya dengan sepenuh hati. Dia menghormati suaminya, tak pernah sebersit pun terpikir untuk mendominasi keluarga apalagi mengingkari suaminya, imam kepala rumah tangga bahagia mereka. Dia merasa sudah menjalankan perannya dengan baik sebagai istri dan ibu dalam rumah tangga itu. Tetapi rupanya segala upayanya tidak cukup baik dan memuaskan suaminya… tidak cukup baik..!!!

Pekerjaan suaminya sebagai supir pribadi anak majikannya pergi ke sekolah, membuatnya memiliki banyak teman sesama supir dan juga wanita para pengasuh anak. Kadang mereka saling berbalas sms sekedar menanyakan kegiatan sekolah anak2 yang diasuhnya. Wanita itu percaya suaminya tidak akan berbuat macam2, mengingat latar belakang keluarga suaminya. Suaminya berasal dari keluarga broken home yang hidup dan dibesarkan bersama saudara2 kandungnya hanya dengan asuhan ibunya. Ia sangat mengetahui betapa kerasnya kehidupan seorang ibu yang membesarkan anak2 seorang diri tanpa sosok seorang bapak. Ia sangat tahu kesakitan hati ibunya ketika bapak yang sangat dihormatinya menikah lagi wanita lain yang membuat mereka akhirnya bercerai. Ia sangat tahu kesedihan dan luka lebar yang ditinggalkan ayahnya tak akan pernah sembuh dari hati ibunya.
Wanita itupun berkeyakinan bahwa suaminya tercinta tidak akan mengulang kesalahan yang telah dilakukan ayahnya pada ibunya. Ia percaya suaminya akan menjaga hatinya bagai menjaga guci porselen yang sangat berharga.

Namun, betapa terkejutnya ia mengetahui suaminya mempunyai TTM (teman tapi mesra) yang belakangan diingkari suaminya sebagai kegiatan perselingkuhan. TTM itu hanya sebatas teman bukan selingkuh, hanya teman tapi mesra. Apa bedanya? kedua label tersebut sama-sama menyakiti hati seorang istri yang setia. Intinya suaminya secara sadar telah membagi hatinya dengan wanita lain, dan mengklaim bahwa apa yang dilakukannya adalah hal yang wajar… sekedar mengisi kekosongan.
Suaminya berselingkuh dengan seorang pengasuh anak di tempat anak majikannya bersekolah. Sakit.. hancur… perih… merasa selama dirinya tak lebih baik dari seorang pengasuh anak yang disukai suaminya. Menjadi istri yang tidak berguna sama sekali…!!!! Menjadi istri yang kalah… seorang pecundang….

Suaminya lebih memilih berbincang berlama-lama di telepon dengan TTMnya daripada berbincang dengannya. Suaminya lebih memilih bermesraan dengan wanita lain – meski hanya via sms – daripada dengan dirinya. Suaminya lebih memilih mengirimkan sejuta puisi cinta untuk selingkuhannya daripada sekedar mengecup kening istrinya… Suaminya lebih memilih tersenyum-senyum sendiri saat membaca sms daripada tersenyum untuk istrinya… Wanita itu merasa benar2 buruk… a Very Big Losser…..

Tak ada lagi yang dapat diperbuatnya ketika semua pertanyaan seakan berputar dan tak menemukan jawaban selain menangis. Dia menangis dalam sujud-sujud panjangnya di malam sunyi… Ia menangis demi kegagalan dirinya menjadi seorang wanita utama dalam kehidupan suaminya… Ia menangis demi 2 anak mereka yang masih kecil2… akhirnya Ia menangis memohon ampunan dan cinta dari Sang Maha Cinta…

Seorang teman mengingatkannya bahwa ini adalah ladang ujiannya.. ini adalah moment dimana Sang Maha Pengasih sedang menegurnya untuk makin mendekat kepada-Nya. Ini adalah saat dimana Sang Maha Penyayang sedang membuka tangannya lebar2 dan persilahkan ia untuk berhambur kedalam pelukan-Nya. Selama ini ia terlalu mencintai sosok lelaki yang fana… selama ini dia hampir melupakan bahwa ada cinta yang jauh lebih besar yang harus diraihnya. Cinta yang sangat besar untuknya, cinta dari Sang Maha Cinta…

Semoga luka menganga itu akan tertutup perlahan lahan sambil terus memperbaiki diri. Semoga luka itu akan sembuh walau akan meninggalkan bekas…
Wahai wanita kecintaan Sang Maha Cinta.. tegaklah berdiri.. lapangkanlah dadamu… ikhlaslah dalam menjalani takdirmu… hapuslah air matamu demi anak-anakmu… kuatkanlah hatimu.. laki-lakimu tak akan menjadi hebat dan besar tanpa peranmu sebagai istri yang sholehah… kembalilah tersenyum sayang…. Teruslah yakin bahwa engkau memiliki cinta abadi dari Sang Pemilik Cinta…

Jakarta, 24 Mei 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s