ASI di Tahun Kedua, Tetap yang Terbaik

Ternyata masih banyak ibu yang meragukan kehebatan ASInya setelah usia sang bayi > 1 tahun. Sekalipun di kalangan ibu-ibu well-educated banyak loh yang percaya dengan mitos bahwa ASI setelah 1 tahun sudah jelek. Belum lagi gempuran dari iklan susu formula yang begitu gencar. Ada susu A 1+, ada susu B 1,2,3 dan sebagainya yang diperuntukkan untuk anak-anak di atas usia 1 tahun.

Lihat saja betapa pintar dan lucunya si 1 tahun yang ditampilkan dalam iklan produk-produk susu tersebut, membuat para ibu tidak percaya diri dengan ASI-nya dan memilih beralih atau menambah-nya dengan susu formula.

Di tahun kedua walaupun sudah tidak menjadi makanan utama bagi bayi, ASI tetaplah yang terbaik di antara seribu satu macam susu formula. Tidak percaya?? , coba simak artikel keren di bawah ini dari hanyawanita.com :

Manfaat Besar ASI di Tahun Kedua

Anda sukses menyusui eksklusif untuk buah hati selama enam bulan dan meneruskannya hingga si kecil berusia satu tahun. Setelah itu Anda merasa cukup dan akan menyapihnya alias menggantikan ASI dengan susu formula. Sebaiknya tunda dulu keinginan ini karena pemberian ASI di tahun kedua kehidupan bayi memberi manfaat ekstra.

Saat menginjak tahun kedua, kemampuan bayi berkembang, seperti merangkak atau belajar berjalan dan memasukkan segala sesuatu ke mulutnya. Akibatnya, bayi akan mudah mengalami infeksi penyakit. Makanya, disarankan ibu tetap menyusui bayi setelah ulang tahunnya yang pertama untuk mempertahankan kekebalan tubuhnya terhadap serangan virus dan bakteri penyebab penyakit.

UNICEF merekomendasikan selain pemberian makanan bergizi seimbang dan imunisasi, bayi usia 12-24 bulan disusui sesering mungkin. Tentu ada alasan kuat kenapa para ibu diimbau untuk menyusui bayinya memasuki tahun kedua. Berikut manfaatnya:

1. ASI di tahun kedua kandungan faktor imunitasnya meningkat

Penelitian menyebutkan zat antibodi tersedia dalam jumlah besar pada ASI selama masa menyusui. Tapi ternyata sebagian faktor kekebalan dalam ASI konsentrasinya meningkat selama tahun kedua dan selama proses penyapihan (weaning).

2. Pemberian ASI setelah bayi 6 bulan cegah risiko alergi dan asma

Salah satu cara terbaik mencegah alergi dan asma adalah menyusui eksklusif selama enam bulan dan meneruskannya hingga si kecil berusia 2 tahun. Memperpanjang pemberian ASI berarti menunda selama mungkin bayi bersinggungan dengan zat penyebab alergi. ASI sendiri membantu mempercepat pematangan lapisan pelindung dalam usus bayi, melapisi usus bayi dan menghalangi masuknya molekul penyebab alergi ke dalam darah bayi serta memberi perlindungan antiradang sehingga menekan risiko infeksi pemicu alergi

3. ASI perkecil risiko sakit anak usia 16-30 bulan

American Academy of Family Physicians melihat anak-anak yang disapih sebelum usia dua tahun meningkat risikonya (AAFP 2001). Penelitian lain menyebutkan anak usia 16-30 bulan yang disusui lebih jarang sakit, kalaupun sakit maka sakitnya lebih singkat dibanding anak sebaya yang tidak disusui

4. ASI dibutuhkan anak yang sakit

UNICEF merekomendasikan anak di bawah tiga tahun yang sakit agar diberi ASI, karena ASI merupakan makanan bergizi yang paling mudah dicerna saat si kecil kehilangan nafsu makan

5. ASI di tahun kedua lebih kaya nutrisi

Penelitian dr. Dror Mandel, dkk, menyatakan ASI dari ibu yang menyusui lebih dari satu tahun kandungan lemak dan energinya meningkat dibanding ASI dari ibu yang menyusui lebih singkat

6. ASI di tahun kedua sumber lemak dan vitamin A tak tergantikan

Berdasar penelitian Adelheid W. Onyango dkk menyimpulkan ASI merupakan sumber lemak dan vitamin A yang tak tergantikan oleh makanan sapihan apapun

Nah, makin mantap kan memberi ASI hingga buah hati berusia 2 tahun?

Dan biar lebih mantap lagi, ini kusertakan kandungan ASI ditahun kedua yang dikutip dari tulisan Mbak Luluk di blog pribadinya. Pada tahun kedua (12-23 bulan) setiap 448 ml ASI memenuhi kebutuhan anak :

  • 29% dari kebutuhan energinya
  • 43% dari kebutuhan proteinnya
  • 36% dari kebutuhan kalsiumnya
  • 75% dari kebutuhan vitamin A
  • 76% dari kebutuhan folatnya
  • 94% dari kebutuhan vitamin B-12
  • 60% dari kebutuhan vitamin C

So,

Keep Breastfeeding

Keep Pumping

Keep Expressing

Sources : http://irmahs.wordpress.com/2009/04/17/asi-di-tahun-kedua-tetap-yang-terbaik/#more-585 Thanks artikelnya ya Mbak Irma.. Bermanfaat bgt.. J

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s