Garuda kau kan tetap selalu di dadaku..

Hari ini sepertinya ga bersemangat gara-gara Timnas Indonesia kalah dari Malaysia. Ga tanggung-tanggung 0-3 !!
Panas hati ini, baca berita-berita yang ditulis media Malaysia… ‘Garuda bagai patah sayap..’ dibilang jaguh kampung pulak…😦 Duh.. duh… miris banget hati ini. Walaupun mungkin para wartawan-wartawan malaysia itu ga tau kalo Garuda itu adalah lambang negara Indonesia, yah seharusnya mereka ga serta merta merendahkan Indonesia macam itu. Kayaknya seneng banget tuh Indonesia kalah dari malaysia..

Ga bermaksud provokasi sih.. cuma ya pertandingan semalem itu cuma faktor keberuntungan aja buat malaysia. Kalo mereka bilang Indonesia cuma jago kandang, ya kenapa juga mereka mintanya pertandingan itu di bikin di malay.. kenapa ga di GBK aja kyk yang laen2.. Dasarnya mereka takut kan sama reaksi suporter Indonesia, malay pikir.. waduh kalo menang bisa abis nih dikeroyok… hehehehe..
Dgn menggelar pertandingan disana, mereka PD-nya lebih lah yaw… Keknya juga maennya ga bagus2 amat.. tapinya juga sih, Timnas Indo kayaknya ko ga all out ya.. udah tau ini pertandingan penentuan juara 1, ealah mainnya ko kyk gitu… apa grogi kali yak.?

Yaudah lah menghibur diri aja.. jgn terlalu larut dalam kesedihan karna jadi orang yg kalah.. Life must go on… and go on.. and go on….
Kalah menang di lapangan itukan biasa toh.. Ga kan ada juara satu kalo gada juara dua n gada juara tiga…

Mengutip perkataan bijak pak guru kehidupan, Gede Prama:
“Semua orang itu bilang kalau menang itu nikmat, dan kalah itu menyakitkan. Namun sedikit yang menemukan cahaya terang dibalik kekalahan yang menyakitkan.
Ada banyak sekali kekurangan-kekurangan di dalam yang berhasil disembuhkan justru karena diterangi oleh kekalahan yang menyakitkan. Tidak sedikit manusia yang dibawa ke tempat hidup yang mengagumkan bernama rendah hati, justru karena pernah kalah berulang-ulang. Kesempurnaan juga serupa. Tidak ada satu pun kesempurnaan yang tidak melalui tahapan salah, kalah, salah, kalah, dan sekali lagi kalah.
Dan yang paling penting, lawan adalah rangkaian orang yang menentukan seberapa tinggi kita manusia bisa terbang.
Ibarat latihan tinju, kalau sparring partner-nya anak kecil balita, maka petinjunya pun hanya bisa sampai kelas balita. Dan lawan-lawan kehidupan juga serupa. Setiap kali kita manusia dihadapkan pada lawan-lawan yang tidak terbayangkan besarnya, itu juga sebuah tanda-tanda, kalau kehidupan sedang membimbing ke wilayah yang tidak terbayangkan besarnya. Makanya, bisa dimaklumi kalau pejalan-pejalan kaki kehidupan yang sampai di puncak-puncak yang amat tinggi, tidak sedikit yang berterimakasih dan bahkan merasa berhutang budi pada orang-orang yang awalnya disebut lawan.

Be proud and unbending in defeat, yet humble and gentle in victory.
Dengan kata lain, banggalah ketika kalah dan rendah hatilah ketikan Anda menang. Bagaimana tidak menggugah, di tengah suasana hati yang kisruh gara-gara nafsu penuh kemenangan, tiba-tiba ada orang yang mengajak bangga untuk sebuah kekalahan. Dan seperti kejuaraan sepak bola, bukankah kita yang duduk di juara dua, tiga atau yang tidak dapat piala, menjadi tangga yang mengangkat sang juara tinggi-tinggi . Dan lebih hebat lagi, sudah menjadi tangga yang diinjak juara, sering juga dicemoohkan orang lain. Bukankah amat mulia, di satu sisi mengangkat orang lain, dan di lain sisi kita direndahkan derajat kita oleh orang lain

Jadi teman-teman yang sama-sama sedang patah hati merenungi kekalahan Timnas kita.. yuk semangat, moga2 ini bisa jadi pelajaran yang sangat berharga buat Timnas Indonesia, agar jgn lagi besar kepala a.k.a jumawa a.k.a sombong a.k.a meremehkan kesebelasan negara lain..

Garuda kau kan tetap selalu di dadaku… ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s