Susu bikin resah Ortu

Ada seorang teman yang resah curhat di fb ttg (lagi2) susu yang tercemar bakteri Enterobacter Sakazakii. Hm, ini sepertinya kasus dah lama yah, tahun lalu juga dah ribut tuh soal susu ini, trus ga tau kenapa hilang ditelah berita2 infotainment. Eh, sekarang beredar lagi tuh berita yg meresahkan para orangtua pemilik anak balita…😦

Lagian juga kenapa ya kalo memang benar ada produk susu yang tercemar, kenapa sih ga diumumkan aja.

Ini beritanya, dapat dari beritaterkini.com :

Institut Pertanian Bogor, Badan Pengawas Obat dan Makanan, serta Menteri Kesehatan didesak untuk segera mengumumkan nama-nama merek susu formula yang terkontaminasi bakteri Enterobacter sakazakii.

Hal ini sesuai dengan putusan Mahkamah Agung (MA) yang mewajibkan ketiganya membuka secara transparan nama-nama itu melalui media cetak dan elektronik.

Desakan tersebut disampaikan oleh pengacara konsumen publik, David Tobing, Kamis (27/1) di Jakarta. ”Tidak ada lagi alasan untuk menunda. Kenapa ini penting sebab putusan ini seakan- akan menyatakan bahwa informasi terhadap hasil penelitian itu adalah hak masyarakat,” kata David.

Kasus itu bermula ketika para peneliti Institut Pertanian Bogor (IPB) menemukan adanya kontaminasi Enterobacter sakazakii sebesar 22,73 persen dari 22 sampel susu formula yang beredar tahun 2003 hingga 2006. Namun, IPB tidak bersedia menyebutkan merek susu yang dimaksud.

Terkait hal itu, David yang juga konsumen susu (untuk dua anaknya) menggugat IPB, Badan POM, dan Menteri Kesehatan dengan alasan melakukan perbuatan melawan hukum karena telah menyebabkan keresahan dan kekhawatiran masyarakat terkait penelitian tersebut. Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memenangkan David.

Putusan tersebut dikuatkan MA melalui putusan kasasinya. Majelis kasasi yang diketuai Harifin A Tumpa dengan hakim anggota I Made Tara dan Muchsin mewajibkan IPB, Badan POM, dan Menteri Kesehatan memublikasikan nama-nama susu formula yang tercemar tersebut.

Majelis kasasi sepakat dengan penggugat bahwa IPB, Badan POM, dan Menteri Kesehatan telah melakukan pelanggaran hukum. Alasannya, dengan tidak diumumkannya merek susu yang tercemar bakteri mengakibatkan keresahan masyarakat.

Menurut Mahkamah Agung, suatu penelitian yang mengandung kepentingan masyarakat banyak haruslah dipublikasikan agar masyarakat lebih waspada.

”Tidak mengumumkan hasil penelitian itu merupakan pelanggaran tindakan yang tidak hati-hati dalam fungsi pelayanan publik,” demikian tertulis dalam putusan MA.

Persoalan belum selesai David mengatakan, apabila ketiga instansi tersebut tetap bersikeras tidak mengumumkan hasil penelitian tersebut, pihaknya bakal melakukan langkah hukum yang lain. Ia akan mengajukan upaya paksa ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

”Kalau sudah mentok, saya bisa saja lapor polisi karena mereka menyembunyikan informasi,” kata David.

Diperolehnya informasi tentang merek susu tercemar Enterobacter sakazakii pun tidak membuat persoalan selesai. Apabila susu yang dikonsumsi kedua anaknya tergolong susu yang tercemar bakteri, ia akan menggugat perusahaan susu yang dimaksud. Demikian pula masyarakat yang kemungkinan besar akan berbondong-bondong memeriksakan kesehatan anaknya.

”Setidaknya untuk memeriksakan kesehatan itu kan perlu uang. Nah, itu yang harus ditanggung oleh perusahaan susu tersebut,” kata David.

——

Ya tapi gimana nih statusnya sekarang, kasian kan para ortu.. udahlah pusing mikirin harga susu yang mahal eh ternyata susu yg mahal itu ga oke untuk dikonsumsi buah ahtinya. Duh gimana sih ? Tolong deh pemerintah, jangan sangkut pautkan soal susu ini sama politik ato soal duit2an a.k.a sogok2an a.k.a undertable money a.k.a uang tutup mulut. Ini soal generasi penerus bangsa lho.. !! Gimana coba bayi & balita akan tumbuh sehat dengan maksimal kalo makanannya aja tercemar bakteri.

Ato bisa ga sih, kasus ini juga adalah propaganda dari musuh2 bangsa Indonesia? Udah bukan rahasia umum banget deh, kalo sebagian besar (sangat besar malah) para orangtua di Indonesia yang mempercayakan kelengkapan gizi anak mereka dengan sufor. Baru sedikit banget ibu2 yang mempercayakan bayinya dengan ASI exclusif 6 bulan pertama dan diteruskan MPASI dan tetap ASI sampai usia 2 tahun. Masih banyak yang percaya dogma, bahwa kalo anak ga doyan makan ya gpp, kasih aja minum sufor agar gizinya terpenuhi ?!?! Bener loh ini… Ini pengalaman pribadi bahkan di lingkup yg paling kecil… di Posyandu & puskesmas aja, informasi ttg ASI kurang banget. Dukungan pada ibu2 yang baru melahirkan untuk ngasih ASIX ke babynya gada. Harusnya ada panduan, apalagi buat ibu2 yang baru pertama kali punya anak. Mereka kan gampang banget drop & putus asa, takut asinya ga cukup karna anaknya kuat banget nenennya, sedangkan mereka ga dapet informasi kalo sebenernya produksi ASI itu demand & supply. Makin sering bayinya menyusu pd ibunya, makin banyak produksi ASInya. Tp tentunya juga harus ditunjang sama makanan & asupan gizi sang ibu. Maka dengan alasan sang bayi nenennya kuat banget (ini hanya perasaan ibunya juga kyknya), jadilah ditambah suforlah. Kalo perlu yang mahal sekalian, biar gedenya pinter ga usah pake sekolah lagi.. kan udah pinter karena minum susu… heheh.. piss ah..

Padahal ya, di luar negeri, kalo ada seorang ibu2 bule yang gigih banget ngasih ASI ke babynya.. wuih penghargaannya selangit. Tapi disini, ibu2 yang berjuang ngasih ASI ke babynya, kadang malah disepelekan.. dianggap kunolah.. ga modern n ga punya uang buat beli susu mahal… hehehe.. piss lagi ah..

Yaudah ngelantur ngomongin ASI. Kembali ke susu yang katanya tercemar itu ya… Aduh kasian para ortu. Mudah2an deh kasus ini cepet dapet tanggapan pemerintah. Ayo dong bapak2 & ibu2 yang ngatur negara, jangan cuman ngurusin infotainment.. jangan cuman ngeributin mafia pajak.. jangan cuma memperdebatkan kasus ini harus ditutupi atau dibuka… karna semua udah jelas sih ujungnya.. bakal raib ditelan bumi (kayak fir’aun). Sekarang gimana nih nasib anak2 masa depan bangsa ini ????

 

Jakarta, 21 Feb 2011

Curhatdariyangmasihsedikitpercayasamamasadepangemilangbangsaini…

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s