12 Penyakit Wanita (# 5)

5. Osteoporosis

Analisa data yang dilakukan Puslitbang Gizi dan Makanan Depkes RI menunjukkan 1 dari 5 wanita Indonesia memiliki kecenderungan menderita osteoporosis (kekeroposan tulang). Kecenderungan itu utamanya dialami oleh wanita pasca menopause. Bagaimana mengatasinya ?

Osteoporosis adalah suatu penyakit metabolic tulang yang ditandai dengan penurunan kepadatan tulang sehingga menjadi tipis, keropos dan mudah patah.

Osteoporosis dapat terjadi pada usia muda. Tetapi cenderung terjadi pada wanita pasca menopause, di atas usia 50 tahun.

Kecenderungan osteoporosis pada wanita pasca menopause, menurut Prof Dr dr Ichramsyah A Rachman, SpOG (K), yang disampaikan dalam media workshop tentang osteoporosis beberapa waktu lalu, adalah akibat berkurangnya hormon estrogen. Menurunnya kepadatan tulang ini membuat tulang mudah keropos.

Prof Ichramsyah menambahkan, factor lain yang juga bisa menyebabkan osteoporosis ialah konsumsi kalsium yang rendah, kurang gerak, rokok, alcohol, dan obat-obatan kortikosteroid.

Kendati wanita cenderung mudah terkena osteoporosis, namun tak perlu cemas. Sebab resikonya dapat dikurangi dengan mengontrol factor-faktor penyebab yang masih dapat dimodifikasi. Bagi yang sudah terlanjur osteoporosis, yang bisa dilakukan ialah mengurangi laju hilangnya kepadatan tulang dengan cepat. Hal itu dapat dilakukan antara lain dengan latihan fisik yang baik, benar, teratur dan terukur serta mengonsumsi kalsium yang cukup.

Hanya, dosis latihan fisik harus tepat karena bila terlalu ringan kurang bermanfaat, sedangkan bila terlalu berat dapt menimbulkan gangguan haid (bagi yang belum mencapai usia menopause), yang justru dapat menurunkan kepadatan tulang.

4 Jenis latihan Fisik yang Boleh dilakukan penderita Osteroporosis

  1. Jalan kaki secara teratur dengan kecepatan 4,5 km per jam selama 50 menit, 5 kali seminggu.
  2. Latihan kekuatan otot dengan mengangkat beban, misalnya dengan dumbel kecil.
  3. Latihan meningkatkan keseimbangan dan kelincahan
  4. Latihan melengkungkan punggung ke belakang, dilakukan dengan duduk di kursi. Tujuannya menguatkan otot-otot besar yang menahan punggung.

4 Jenis latihan fisik yang Tidak Boleh dilakukan penderita osteoporosis

  1. Jangan melakukan latihan fisik yang memberikan benturan dan pembebanan tulang punggung, misalnya melompat, karena dapat menimbulkan ruas tulang punggung patah.
  2. Jangan membungkukkan badan ke depan dengan punggung melengkung, seperti sit up, mendayung dan meraih jari-jari kaki, karena bisa merusak ruas tulang belakang.
  3. Jangan melakukan latihan fisik yang menyebabkan mudah jatuh, misalnya diatas lantai licin.
  4. Jangan melakukan menggerakkan tungkai ke arah samping dengan memakai beban, karena pinggul yang lemah mudah patah.

Sumber : Bonus Booklet Kartini 2237

Nobody can go back and start a new beginning, but anyone can start today and make a new ending
www.warnakrayon.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s