Buah Hati.. kapankah akan hadir ?

Tulisan ini saya buat terdorong untuk menghibur para sahabat2 sy yang sedang gundah gulana menunggu datangnya sang buah hati. Merenung entah kapan Sang Pemilik Hidup akan bersedia menitipkan ciptaan-Nya ke dalam rahimnya. Yang sedang bersedih merasa belum atau bahkan tidak dipercaya untuk menjaga & merawat titipan-Nya.

Duhai, sahabatku… tersenyumlah. Walau akan masih banyak orang yang terus mendesakmu untuk melakukan sesuatu yang bahkan ada diluar jangkauan pikiranmu. Tuhanmu tak akan tidur sahabatku.. teruslah berusaha, perbanyak do’a, perbanyak ibadah, perbanyak sedekah.. dan perbanyaklah berdialog dengan hatimu. Ajak hatimu untuk membantu mewujudkan impianmu menimang bayi mungil buah hatimu.

Ada cerita yang sangat bagus saya kutip dari tutur kata seorang sahabat yang sy ambil dari buku Quantum Ikhlas karangan Mas Erbe Sentanu. Silahkan disimak :

Hidup Yang Ajaib
Sebuah keajaiban besar telah terjadi dalam hidup saya. Sekitar 6 tahun berumah tangga, saya dan istri saya, Veve, belum juga dikaruniai anak. Dalam sesi konsultasi, seorang androlog senior di Jakarta menyatakan bahwa saya mandul. Tak ada sperma di dalam air mani saya. Nol persen, katanya. “Pabrik benih” di dalam tubuh saya sudah tutup, tak lagi berproduksi. Tragisnya, menurut dokter tersebut, hal ini mustahil untuk diperbaiki lagi.

Kami terkejut tentu saja. Namun untunglah “otot syukur” saya saat itu masih cukup kuat untuk merespon ucapan dokter dengan kalimat Alhamdulillah di dalam hati, yang memberi saya ketenangan dan kekuatan. Saya bersyukur karena akhirnya saya mengetahui ‘duduk perkara’ mengapa selama ini saya belum memperoleh keturunan.

Kini kami sudah mendapat setengah dari pemecahannya. Setengahnya lagi adalah melakukan apa yang perlu dilakukan untuk memperbaiki situasi. Maka, siang malam dalam setiap doa dan waktu latihan alphamatic brainwave saya membayangkan kehadiran buah hati kami dengan sepenuh hati. Pikiran tentang ketidakmungkinan (fakta bahwa ‘pabrik benih’ saya tutup, misalnya) tentu sering mengganggu. Tetapi dengan beberapa sesi alphamatic brainwave, pikiran itu pun sangat jauh berkurang. Hati menjadi lebih ikhlas. Nah, dalam kondisi ikhlas seperti itu, saya banjiri hati saya dengan niat dan permohonan kepada Tuhan untuk mendapatkan keturunan. Saya lakukan semua ini dengan tekun dan tawakal.

Tiga minggu kemudian, keajaiban itu terjadi. Saat konsultasi rutin, dokter memandangi hasil pemeriksaan laboratorium saya. Ia menggeleng-gelengkan kepala. “Ini tidak mungkin,” katanya. “Dari nol persen menjadi 30% hanya dalam tiga minggu? Tak mungkin!”

Rupanya dokter saya lupa: tidak ada yang tidak mungkin bagi Tuhan! Kontan, otot syukur saya seperti mendapatkan dorongan kekuatan baru. Dan saya langsung merespon: Alhamdulillah… Sekitar setahun kemudian, bayi mukjizat itu pun lahir. Kami beri ia nama Shankara Premaswara, yang artinya “suara cinta yang bijaksana”.

Dikutip dari buku best seller: Quantum Ikhlas karangan Erbe Sentanu

Maka sahabat, jangan ragu.. hapus airmatamu dan tegakkan kepalamu.. Selama Allah masih memberikan kemurahan nafas padamu, berjuanglah.. ^_^ Semoga Allah menjawab do’amu.. Amiin…

Notes:
Mas Nunu ini (panggilan untuk sahabat sy mas Erbe Sentanu) bisa ditemui di www.quantumikhlas.com. kalau ada kesempatan, bacalah buku diatas, bener2 bagus dan membuka mata hati & pikiran. Tutur katanya jernih dan menenangkan. It’s very recommended.. ^_^

Nobody can go back and start a new beginning, but anyone can start today and make a new ending
www.warnakrayon.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s