Hati-Hati dengan KTA Bumiputera

Ini Pengalaman lama (pertama & terakhir !!!) saya dengan KTA Bumiputera. Meski kejadian ini sudah terjadi 2 tahun yang lalu, mudah2an masih dapat diambil pelajaran dari kasus saya ini.

——————-

Saya adalah mantan debitur KTA Bumiputera no rekening pembayaran KTA 011-3-124202. Saya sudah melakukan semua kewajiban KTA saya sesuai dengan jangka waktu yang telah ditentukan. Kredit saya berakhir pada Agustus 2008. Saya ingat, saat itu saya juga sudah menelpon pihak call center pada saat pembayaran terakhir. Call center menyatakan kewajiban saya selesai. Semua dokumen sudah terlanjur saya buang karena saya merasa sudah tidak lagi punya kewajiban kepada Bank Bumiputera.

Namun, pada tgl 13 Juli 2010 saya mendapat informasi dari Bank lain tempat saya mengajukan kredit, bahwa mereka mendapatkan data saya dari BI dengan status KREDIT MACET atas Bank Bumiputera. Saya sangat terkejut mengetahui hal tersebut, karena sepengetahuan saya, saya sudah tidak ada lagi sangkutan hutang piutang dengan bank Bumiputera. Ketika saya konfirmasikan ke Call center Bank Bumiputera (Ibu Dina) barulah saya mengetahui kalau ternyata yang disebut sebagai kredit macet itu adalah tunggakan bunga keterlambatan pembayaran. Untuk hal itu, saya sama sekali belum pernah mendapatkan teguran atau pemberitahuan dari pihak Bank Bumiputera, Baik berupa surat ataupun telp. Saya justru mengetahui hal tersebut ketika saya sendiri yang berinisiatif menelpon call center..!!! Bunga itu kemudian terus berbunga dan berbunga sampai dengan posisi terakhir per tgl 13 Juli 2010 adalah sebesar Rp 391,060.73.-

Saya terus terang sangat kecewa dengan hal itu. Bukan saja karena saya sama sekali tidak diinformsikan ttg adanya bunga keterlambatan pembayaran. Terlebih karena nama saya sebagai calon debitur sudah tercemar oleh bank Bumiputera. Nama saya ada dalam list kredit macet di BI. Dampaknya  yang mungkin timbul adalah segala pengajuan kredit yang sedang dan akan saya lakukan akan berakhir dengan penolakan, karena status kredit macet dari Bank Bumiputera.

Yang sangat saya sesalkan, mengapa bank sebesar Bumiputera tidak bertindak secara professional dalam menangani masalah korespondensi yang notebene adalah urusan administrasi ringan!!!! Apa susahnya melakukan pemberitahukan via telp atau mengirimkan surat pemberitahuan tunggakan bunga kepada saya????? Mengapa juga saya yang akhirnya mencari tahu sendiri. Mungkin kalau tidak ada pengajuan kredit yang saya sedang ajukan, saya tidak akan mengetahui adanya masalah tersebut sampai nanti tunggakan bunga saya berjumlah mencapai puluhan juta rupiah.

Saya sudah menghubungi call center 2x, juga sudah mengajukan surat komplain via fax sebanyak 2 x (saya browsing saja di internet unuk nomor fax Bank Bumiputera). Namun belum juga mendapat jawaban. Yang saya sesalkan dari call center Bank Bumiputera adalah mereka sama sekali tidak dapat memberikan informasi kemana seharusnya saya melayangkan surat pengaduan atau komplain. Mereka hanya mengatakan kalau masih blm ada jawaban, bisa telp ke call center lagi. Benar2 buang waktu, saya sudah capek2 bicara panjang lebar.. pada akhirnya mereka juga tidak bisa mengambil keputusan, hanya jadi penampungan saja. Kenapa mereka sama sekali tidak dibekali informasi yang akurat. Misal, kalau mau mengajukan komplain tentang tunggakan perbankan ini loh nomor telpnya, atau kalau mau mengajukan komplain tentang KTA ini loh nomor telpnya. Mereka hanya menjawab tidak tahu & silahkan hubungi kami lagi ke call center. Walah itu sih seperti kucing mau menangkap ekornya… muter-muter tidak karuan… !!!!

Kemudian saya akhirnya pergi ke Bumiputera cabang Sudirman, tempat saya membuka rekening KTA. Dari Customer Service akhirnya saya dirujuk untuk mendatangi bagian penerimaan komplain KTA di Kantor Bumiputera di Menteng. Ternyata benar ada bagian penerimaan komplain, tapi ini yang tidak mereka (call center) informasikan kepada saya. Saya harus meluangkan waktu & tenanga selama 2 minggu hanya untuk mendapatkan informasi ini.

Dengan Bapak di bagian ini, komplain saya diterima dengan sangat baik. Saat itu beliau benar2 menjadi pendengar yang baik dan akan berusaha menyelesaikan masalah saya tersebut. Dari beliau, saya mendapat kabar bahwa saya mendapat keringanan dengan hanya membayar sebesar Rp 250,000. Kalaupun saya ingin mengajukan permintaan diskon lagi, saya dirujuk kembali ke bagian collection. Di bagian ini, jangan harap kita bisa bernegosiasi meminta keringanan pembayaran lagi. Bapak di bagian collector sangat diktaktor. Dengan nada sombong & mengancam, ia menekankan bahwa beliaulah yang memegang keputusan & kendali atas pembayaran dan pemberian diskon tersebut. Jadi kalau saya tidak mau membayar apa yang sudah diputuskan sebelumnya (membayar Rp 250,000.-), saya malah harus membayar keseluruhan tagihan yang notebene bukan sepenuhnya kesalahan saya. Bapak itu juga malah menyalahkan saya, kenapa tidak mencari tahu atau mencari info tentang KTA saya yang sudah 2 tahun berakhirnya. Alasan saya diatas bahwa saya sama sekali tidak pernah diberi tahu ada masalah inipun, tidak ditanggapi oleh beliau. Intinya tetap kesalahan ada di pihak saya. Keputusan ada ditangan beliau, kalau mau selesai silahkan bayar, kalau tidak mau bayar sejumlah itu, berarti diskon akan dia batalkan dan saya harus membayar penuh jumlah bunga berbunga diatas. Benar2 arogan!!! Saya sama sekali tidak mempunyai pilihan lain selain membayar Rp 250,000 kalau mau urusan saya ini beres. Itupun saya diharuskan membuat surat permohonan permintaan diskon dan permintaan permohonan diterbitkannya surat lunas. Mungkin surat permohonan saya itu akan mereka gunakan sebagai acuan (bahan argumen) kalau suatu saat saya membuka kasus ini di media (seperti yang saya lakukan sekarang).

Karena saya sudah capek & tak mau lagi berurusan dengan Bank Bumiputera, akhirnya dengan sangat berat hati saya membayarnya. Surat pernyataan lunas tersebut saya dapatkan. Dan mudah2an otomatis status kredit macet saya di BI segera juga terhapuskan.

Semoga apa yang saya alami ini dapat menjadi pelajaran bagi teman-teman yang ingin mengajukan KTA di Bank Bumiputera. Pengalaman adalah guru yang terbaik, dan pengalaman saya ini dapat menjadi guru bagi teman2 tanpa harus merasakan hal seperti yang saya alami.  Sengaja saya tidak cantumkan nama & nomor2 telp diatas. Nanti saya kena UU ITE….😛 Jadi apabila teman2 ada yang membutuhkan atau terlibat masalah seperti saya, silahkan langsung email ke saya, nanti saya akan beritahukan nama & nomor telp orang2 yang bersangkutan tsb.

Kepada pihak managemen Bank Bumiputera, kiranya masalah saya ini hanya indikasi bahwa masih banyak system yang harus dibenahi di persh anda. Kepada Bapak di bagian collection, saya sangat tidak respek kepada anda. Boleh saja berkata bahwa anda mempunyai otoritas yang besar atas keringanan KTA. Tapi buat saya, anda tak lebih dari seorang operator pelaksana saja. Dan saya 1000% sangat yakin bahwa dimasa depan anda tidak akan pergi kemana2 atau naik ke tingkat yang lebih tinggi dari posisi yg sekarang anda jabat. Kondite pekerjaan anda sangat mengecewakan nasabah2 kecil yang tidak berdaya seperti saya. Saya merasa dizholimi…!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s