Filosofi Sepatu

Pagi ini, hari masuk kantor lagi setelah hampir seminggu melibukan diri karena banjir yang melanda rumah tinggalku. Alhasil hari ini harus berangkat kerja dari tempat mengungsi (rumah mertua… ^_^). Sepatu kerjaku tertinggal di rumah yang kebanjiran.. alhasil sementara pinjam sepatu milik kakak iparku. Sayangnya ukurannya lebih kecil satu nomor dari yang biasa aku pakai. Ga masalahlah, pikirku.. ga enak juga kalo ke kantor hanya pakai sandal, walaupun mungkin mereka maklum pada korban banjir seperti aku..🙂

Jadilah aku berangkat pakai sepatu tersebut. 1/2 jam pertama rasanya masih oke.. 1/2 jam berikutnya mulai terasa kurang nyaman karna sedikit ketat kesempitan. Untungnya kulit sepatunya lembut banget, jadi ga bikin lecet. Tapi tetap saja rasanya kaki seperti tercekik. Ga nyaman banget… ga nyangka bakal kangen sama sepatuku sendiri..😦 yang walaupun dulu pernah ingin ganti sepatu karena modelnya udah ga jaman lagi menurutku…. tapi nyaman karna ukurannya pas..

599410_woman_shoe

 

Selama perjalanan dari rumah ke kantor itu, jadi berpikir sendiri. Banyak orang yang udah sering ngomongin tentang Filosofi sepatu ini. Bahwa setiap orang dalam hidupnya sudah diberikan segala kebutuhannya sesuai dengan ukurannya masing2.. itu benar adanya ! tapi mengapa banyak orang yang masih ragu, masih banyak orang yang menginginkan hidup seperti orang lain. Terutama bila berkaca pada keberhasilan materi yang dimiliki orang lain. Punya rumah besar.. punya mobil bagus… punya kontrakan dimana2.. ga pusing mikirin uang.. ga pusing mikirin utang… punya ini.. punya itu…
Pernah juga sih sedikit terbersit (hehehe jaim ah.. aku bilangnya kepingin sedikit…😛 ) keinginan untuk juga memiliki semua yang orang lain punya. Mungkin rasanya asyik ya punya kehidupan seperti yang aku lihat enak2 itu.
Tapi kalo lagi sadar seperti ini.. inget sama filosofi sepatu.. jadi ga pengen punya kehidupan orang lain.. kyknya memang lebih nyaman & lebih pas dengan kehidupan kita sendiri. Kehidupan yang kita sedang jalani sendiri.. Semuanya sudah diatur pas sesuai dengan hakikat diri kita. Seperti sepatu yang kalau kekecilan, ga enak dipakainya.. kalau kebesaran juga ga enak untuk dipakai jalan, koplok-koplok ga sinkron sama langkah kaki.
Kalaupun ada yang pas dengan ukuran kita, belum tentu modelnya cocok sama postur tubuh kita. Atau ada yang cocok, modelnya kita suka, warnanya oke.. eh ternyata ukuran ga da yang sesuai sama kita, adanya yang kekecilan atau kebesaran. Jadi pilih sepatu itu ya yang sesuai porsi aja.. jangan kepinginan pakai sepatu orang lain yang ukurannya ga sesuai sama kita.
Kalo kata pak Mario Teguh.. sebisa mungkin kita berdoa meminta kekuatan agar kita mampu memantaskan diri untuk kehidupan yang lebih baik dan lebih pas dengan diri kita.. bukan kehidupan mewah & indah milik orang lain yang mungkin kita ga bakal mampu untuk menanggung konsekuensinya.

Setuju pak Mario… U’re the best.. ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s