Memaksa ALLAH

Seberapa seringkah kita memaksakan keinginan kita kepada ALLAH kala keadaan begitu mendesak ? Jujur jawab dari hati yang paling dalam, tanpa perasaan malu, jaim atau gengsi. Kalau malu mengakui, jawab di dalam hati saja. Tapi kalau aku akan menjawab “Sering”. Kata orang alim, meragukan ALLAH itu tanda orang kurang bersyukur & kurang bertawakal. Silahkan cap sesuka anda, aku hanya berusaha jujur & mengungkapkan apa yang bergejolak di dalam hati saat hal itu terjadi.

 

Seperti kejadian belum lama ini. Waktu itu kami sekeluarga pergi ke Surabaya untuk menghadiri resepsi pernikahan seorang kerabat. Uang yang ada di dompetku tak seberapa banyak, karna memang pengeluaran bulan itu sedang lumayan besar, karna ada biaya tak terduga yang harus dibayar. Jadilah aku hanya berharap bahwa uangku akan cukup untuk keperluan selama di Surabaya. Untuk tiket transportasi aku sudah tidak perlu khawatir, karena sudah lunas dibayar dimuka.

 

Singkat cerita, tibalah hari kami pulang kembali ke Jakarta. Tak terasa uang di dompet sudah terpakai untuk beli oleh2 & keperluan hal-hal kecil lainnya. Nanti sebelum ke Bandara, mampir dulu ke atm untuk ambil uang di tabungan. Namun apa yang terjadi, di depan mesin atm, aku hanya termangu melihat saldo yang masih bisa diambil hanya sebesar Rp 50,000.- saja. Karna ternyata, aku lupa sudah mengambil uang yang lainnya sebelum berangkat ke sby. Salahku tidak lagi mengecek berapa saldo yang kumiliki sebelum berangkat. Kalau tau begitu kan aku bisa kasbon dulu untuk berjaga2. Total uang yang kami miliki saat itu hanya Rp 100.000,-

 

Duh, langsung lemas badanku. Aku masih harus menyediakan paling tidak Rp 310,000 untuk membayar airport tax (kami berlima dan ongkos taxi dari bandara ke rumah nanti), belum termasuk uang untuk beli makan siang krucil2ku nanti. Darimana aku bisa dapat sisanya? aduh.. duh.. duh… pusing. Kalau sampe mentok nanti, paling aku akan pinjam uang adikku, tapi ga enak juga hati ini. Sudah ongkos PP ditanggung olehnya, ongkos taxi juga pinjam sama adikku.. bener-bener nyusahin deh aku ini…😦

 

Jadilah selama perjalanan menuju bandara diantar adikku itu, jantungku deg-deg’an terus. Ya ALLAH.. bagaimanakah ini ? Apa yang harus aku lakukan ? Bayangan kami berlima yang hanya bisa berdiri terpaku tanpa uang yang cukup untuk pulang.. terbayang jelas banget..😦

Aku dan suamiku hanya bisa saling lirik sambil tersenyum kecut. Di depan adikku dan suaminya, aku berusaha untuk bersikap biasa saja seolah kami tidak ada masalah apapun, kasian nanti malah membebani pikiran mereka. Iya kalau mereka punya uang lebih saat itu, kalau tidak.. ?!? Mau nangis rasanya.. :((

Seiring dengan berpacunya roda kendaraan kami ke bandara… selama itu pula dalam hatiku berdo’a kepada ALLAH sandaranku.. “Ya ALLAH, tolong Kau mudahkan kami… mana janjiMU yang akan selalu ada buat hamba-hambaMu.. tunjukkan aku kebesaranMu Ya ALLAH… Tolong, gimana caranya kami membayar ongkos2 itu ya ALLAH… tolong ya ALLAH….”

Bait-bait itu terus aku ulang-ulang… walau aku menyangsikan bagaimana bantuan ALLAH akan sampai kepadaku. Duh Gusti.. maafkan keraguanku ini..

Makin dekat ke bandara.. makin kencang hati ini menjerit.. ” Ya ALLAH, aku memaksaMu Ya ALLAH.. tolong aku menyelesaikan hal ini.. Pls help me my Dear GOD.. “

 

Sampai di lobi bandara.. mobil kami berhenti. Dan tepat sebelum kami membuka pintu mobil, adikku berkata,

” Mama Amel, ini tadi aku dititipin uang dari Mbak Iin & Mas Mursid buat anak2. Masing2 seratus ribu ya.. Tolong titip sekalian untuk Diaz sama Chita ya. Jadi semua lima ratus ribu nih.. “

SUBHANALLAH… !!! La hawla wala quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘adhim…. Menjerit aku dalam hati.. ‘ngembeng air mataku… speechless.. gada kata2 selain terima kasih Ya ALLAH.. maafkan aku sudah meragukanMU.. maafkan aku memaksaMU tadi.. apalah aku ini Ya ALLAH, yang dengan berani2nya memaksakan kehendakku pada-MU… Ya ALLAH kesayanganku.. ampuni aku…

 

Besok-besok.. jangan pernah lagi meragukan kuasa ALLAH.. !! Kalau Dia sudah berkehendak, jangan pikirkan bagaimana Dia bisa melakukannya.. Dia pasti melakukannya dengan jalan yang sama sekali tidak pernah kita duga… That’s for sure..!!!!

 

Terima Kasih ALLAH…

 

dirumah-nurina-orange-468

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s