Selamatkan Karakter Anak

16699666-happy-kids-playing

 

Hari ini pengen sharing sebuah cerita yang aku rasa bisa diambil hikmahnya dalam membesarkan anak kita. Bukan pengen ngomongin keburukan orang lain ya, tapi ini sebagai peringatan bagi para orangtua agar dapat mengatur emosi ketika menghadapi kenakalan anak2 kita.

 

Dilingkungan keluarga dekatku, ada seseorang yang benar-benar punya karakter dengan emosi yang sangat sulit diredam. Setiap masalah walaupun kecil, sudah bisa membuat dirinya berteriak marah & mengeluarkan kata-kata yang bikin sakit telinga. Padahal dari segi usia, dia sudah dewasa. Sudah pula menikah & memiliki anak yang masih bayi.

 

Usut punya usut, aku rasa karakter dia yang seperti sekarang ini adalah refleksi dari kehidupan masa kecilnya. Dia dibesarkan dalam keluarga yang berantakan. Ayahnya menikah lagi dan pergi meninggalkan ibunya ketika dirinya masih dalam kandungan. Orangtuanya pada akhirnya bercerai. Tak dapat dibayangkan bagaimana perasaan seorang wanita yg ketika sedang hamil harus mengalami hal seperti itu, ditinggalkan suami & tidak mempunyai penghasilan. Pedih, sedih dan hancur. Tentunya hal itu mempengaruhi sisi pula phsikologis anak yang sedang dikandungnya. Padahal ketika itu pula, dua orang anaknya yang lain masih terbilang balita.

Akhirnya ketika ia dilahirkan, keluarga itu benar-benar timpang. Seorang ibu yang harus berjuang mencukupi kebutuhan rumah tangga & mengurus ketiga anaknya yang masih kecil-kecil, tentu menjadikannya seorang wanita yang sangat keras dalam mendidik anak2. Ditengah kerepotannya menjalani dua peran rumah tangga, ritual memaki, memukul & memarahi anak sepertinya menjadi keharusan agar pekerjaan rumah tangga & mencari nafkahnya berjalan lancar. Untuk menghentikan semua kenakalan anak2nya, selalu berakhir dengan bentakan & pukulan. Apapun masalahnya, yang penting cepat beres & anak tidak lagi mengganggu serta berhenti menangis karena takut.

 

Begitulah ia menjalani hidupnya dari awal ia dilahirkan. Tidak mengenal kasih sayang seorang ayah, harus selalu menerima omelan & hukuman fisik. Saking kerasnya hidup yang harus dijalani keluarga itu, ibunya sampai tidak punya waktu walau hanya untuk sekedar memeluk & mencium anaknya sesekali. Akhirnya ia pun merasa tidak disayang karena yang ia tahu ibunya hanya bisa memarahi setiap hal yang ia lakukan, tanpa pernah menunjukkan kasih sayang secara nyata. Daya pikir seorang anak kecil, hanya merekam semua kesalahan yang ia buat sehingga membuatnya dimarahi & dipukul ibunya. Ia merasa menjadi seorang anak bodoh yang tidak bisa melakukan hal dengan benar, walau satu hal pun. Hasil akhirnya adalah ia menjadi seorang yang takut untuk melakukan berbagai hal. Ia menjadi sangat tidak percaya diri, bahkan lebih buruknya adalah ia susah sekali untuk mempercayai seseorang. Yang berkembang dalam dirinya adalah sifat pemarah seperti yang selalu diperlihatkan oleh orangtuanya. Segala permasalahan menurutnya hanya dapat diselesaikannya dengan kemarahan.

A_very_sad_and_depressed_woman_crying

Hari ini, ia hanya dapat menjalani hidup seperti itu. Hidup yang dilaluinya dengan kemarahan dan kemarahan. Bagi orang terdekatnya, ia diumpamakan bagai sebuah gelas kristal yang sangat tipis, yang harus betul2 dijaga jangan sampai tersenggol sedikitpun. Sungguh hidup berdekatan dengannya terasa sebagai sebuah tekanan. Capeeeโ€ฆ very very exhaustingโ€ฆ bukannya tired lagi deh.. tapi udah taraf exhausting bgt..

Aku sih bukannya jadi sebel atau benci, aku tuh malah kasian sekali sama dia. Menyesal aja dia harus menjalani masa kecilnya seperti itu. Ga terbayang rasanya kalo hari-hari masa kecilku seperti dirinya..๐Ÿ˜ฆ Ga berani bayangin juga nanti akan seperti apa dia mendidik anak bayinya itu..๐Ÿ˜ฆ Siapa yang harus disalahkan ??? keadaan, ayahnya, ibunya atau dirinya yang tidak bisa mengendalikan emosinya ?

 

Rasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam juga bersabda:

ูƒูู„ู‘ููƒูู…ู’ ุฑูŽุงุนู ูˆูŽูƒูู„ู‘ููƒูู…ู’ ู…ูŽุณู’ุฆููˆู„ูŒ ุนูŽู†ู’ ุฑูŽุนููŠู‘ูŽุชูู‡ู ุงู’ู„ุฅูู…ูŽุงู…ู ุฑูŽุงุนู ูˆูŽู…ูŽุณู’ุฆููˆู„ูŒ ุนูŽู†ู’ ุฑูŽุนููŠู‘ูŽุชูู‡ู ูˆูŽุงู„ุฑู‘ูŽุฌูู„ู ุฑูŽุงุนู ูููŠ ุฃูŽู‡ู’ู„ูู‡ู ูˆูŽู‡ููˆูŽ ู…ูŽุณู’ุฆููˆู„ูŒ ุนูŽู†ู’ ุฑูŽุนููŠู‘ูŽุชูู‡ู ูˆูŽุงู„ู’ู…ูŽุฑู’ุฃูŽุฉู ุฑูŽุงุนููŠูŽุฉูŒ ูููŠ ุจูŽูŠู’ุชู ุฒูŽูˆู’ุฌูู‡ูŽุง ูˆูŽู…ูŽุณู’ุฆููˆู„ูŽุฉูŒ ุนูŽู†ู’ ุฑูŽุนููŠู‘ูŽุชูู‡ูŽุง

Setiap engkau adalah pemelihara, dan setiap engkau akan dimintai pertanggung jawaban mengenai apa yang menjadi tanggung jawab pemeliharaannya: Seorang pemimpin adalah pemelihara, ia akan dimintai pertanggung jawaban mengenai apa yang menjadi tanggung jawab pemeliharaannya. Seorang laki-laki juga pemelihara dalam keluarganya, ia akan dimintai pertanggung jawaban mengenai apa yang menjadi tanggung jawab pemeliharaannya. Dan seorang perempuan adalah pemelihara dalam rumah suaminya, ia akan dimintai pertanggung jawaban mengenai apa yang menjadi tanggung jawab pemeliharaannya. [HR. al-Bukhรขri][2]

 

Buatku, ini benar2 membuka mata tentang bagaimana cara memperlakukan anak-anak kita secara layak. Sehingga nanti pada saat mereka tumbuh besar, mereka sudah punya bekal hidup yang yang baik. Karakter yang baik untuk menapaki kehidupan indah selanjutnya. Mengajari disiplin jelas perlu untuk anak-anak kita, namun tanpa bentakan, tanpa makian dan tanpa pukulan. Anak-anak bagai kertas putih yang siap kita lukis dan kita torehkan cerita kehidupan. Selayaknya mereka mendapatkan lukisan indah, berwarna-warni dan cerita yang menyenangkan untuk diresapi, sehingga mereka pun nantinya akan menurunkan anak-anak dengan lukisan & cerita yang lebih indah lagi. Bayangkanlah dunia yang damai di masa depanโ€ฆ !!!

 

gaptek-shanty-ungu-468

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s