Teguran dari Anak-anak Langit

Sehabis weekend kali ini rasanya semangat drop ke level terendah bahkan sampai ke titik nol. Bukan fisik tapi lebih pada mental. Seminggu kemarin benar2 menguras energi, pikiran & emosi. Menangis rasanya juga percuma, toh tidak akan mengubah apa-apa yang telah terjadi. Imbasnya badan jadi lunglai, kerja jadi malas. Serasa jadi orang paling merana sedunia. Hanya berusaha ikhlas, mengembalikan semuanya pada Sang Pemberi Solusi, berharap belas kasih-NYA.

Tidak perlu waktu lama ternyata. Waktu hampir jam makan siang, aku pergunakan sedikit waktu untuk membaca surat kabar. Lembaran demi lembaran berita terbaca, dan terhenti pada sebuah halaman liputan berita. Foto dan keterangan dibawah foto itu langsung menohok jantungku. ALLAH… betapa aku ini sangat cengeng, belum seberapa yang aku sebut cobaan sampai aku melihat gambar itu. Disana digambar itu berbaris rapi bocah2 perempuan & laki2 usia 2 sampai 4 tahun. Mereka adalah sebagian penghuni Pondok Pesantren Millinium, yang disebut sebagai Anak2 dari Langit. Mereka adalah anak2 yang sedari bayi kehadirannya tidak diinginkan oleh orangtuanya.. mereka adalah anak2 yang dibuang.. Mereka adalah anak2 yang ditemukan di tempat2 sampah, di sawah, di selokan, di depan pintu pesantren. Mereka mau tidak mau harus menerima takdir hidupnya. Dan mereka sekalipun tidak pernah mengeluh…
Anak2 sekecil itu.. mereka ikhlas. Tak ada nyali aku membandingkan diriku dengan mereka. Aku tak setangguh mereka itu pasti.

Foto ini aku ambil dari website Ponpes Millinium http://www.ponpesmilliniumsidoarjo.com tempat mereka tinggal. Memandang mereka, bagaimana bisa aku tidak merasa malu. Mata2 bening itu seolah mengejek kelemahan hatiku. Seolah mengatakan “kalau engkau tidak rela menerima ketentuan-KU, silahkan keluar dari bumi-KU dan carilah tuhan selain AKU” hiks.. kemanakah aku harus pergi, kalau tak ada satupun tempat di semesta ini yang bukan kepunyaan-MU, Ya ALLAH…

Lagi, selalu begitu.. ternyata KAU sangat sayang padaku. Selalu ada saja caraMu untuk menghiburku, Ya Robb.. Tak Kau biarkan aku terlarut bermalas2 dan berkeluh kesah. Kau perlihatkan siapa yang penderitaannya jauh lebih besar, aku tidak ada seujung kuku dari bocah2 langit itu. Jadi stop menangis, stop berkeluh kesah dan stop menyalahkan takdir !!!

Ya ALLAH.. Ampuni aku… lagi..😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s